Get Life

Alasan Kenapa Resolusi Tahun Baru Selalu Gagal

4000 tahun lalu masyarakat Babilonia berjanji kepada Dewa yang mereka sembah untuk membayar dan mengembalikan hutang yang mereka pinjam. Jika mereka gagal, mereka siap diganjar oleh hal- hal yang buruk. Meski masyarakat Babilonia memulai penganggaan di pertengahan Maret saat tanaman mulai ditanam, mereka dianggap sebagai pencetus soal resolusi tahun baru.

Praktik serupa dilakukan juga oleh masyarakat Romawi pada saat pemerintahan Julius Caesar melakukan reformasi penanggalan yang dimulai di awal bulan Januari sebagai bentuk penghormatan kepada dewa Janus. Masyarakat Romawi percaya bahwa hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyenangkan Dewa Janus, yang secara simbolis mempunyai dua muka yang satu menghadap ke masa depan dan masa lampau.

Awal tahun baru kerap dianggap sebagai garis awal untuk membuat kebiasaan baru. Oleh karena itu, tahun baru selalu disertai dengan semangat dan resolusi baru dengan harapan membawa perubahan positif dalam hidup. Entah itu pergi ke gym, makan sayuran lebih sering atau bekerja lebih giat untuk mendapat penghasilan yang lebih. Meski begitu, kebanyakan resolusi tahun baru selalu kandas di pertengahan tahun.

Dikutip dari US News, 80 persen resolusi tahun baru gagal tercapai bahkan sudah kandas di minggu kedua bulan Februari. Hasil lainnya yang merupakan riset dari Universitas Scranton melaporkan bahwa kebanyakan resolusi tahun baru hanya berhasil di bulan pertama saja. 60 persen dari resolusi tahun baru bahkan kandas saat memasuki bulan Juni.

Kepada Business Insider, psikologis Jonathan Alpert mengatakan bahwa ada beberapa alasan utama kenapa resolusi tahun baru selalu gagal. Tidak spesifiknya memutuskan resolusi tahun baru termasuk salah satu di antaranya.

Tidak mempunyai standar atau ukuran dalam merealisasikan resolusi tersebut lebih menjadikan setiap resolusi yang dibuat menjadi mudah gagal.

Terlalu banyak daftar target juga menjadi salah satu faktor yang membuat resolusi tahun baru tidak tercapai. Hal ini diungkapkan oleh CEO konsultan bisnis international Biztuition, Julie Christopher di Entrepeneur.com. Julie juga menambahkan, hanya 9,2 persen orang yang mampu merealisasikan resolusi tahun barunya.


Related posts
Get Life

Tips Sebelum Membeli Redmi 9T

Get LifeThe Hype

Perbandingan Realme C11 Dan Redmi 9

Get Life

Xiaomi Rilis Scooter Terbaru Ninebot C30

Get Life

5 Alasan PS5 Lebih Unggul dari Xbox X Series

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *