The Depth

Apa Itu Feminisme? Perlukah Feminisme di Indonesia?

Gerakan #UninstallFeminism ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Instagram Indonesia Tanpa Feminisme yang menginisiasi gerakan tersebut dan melakukan kampanye di dunia maya. Bagi Indonesia Tanpa Feminis, feminisme tidak lagi dibutuhkan. Hingga tulisan ini dibuat, akun Instagram Indonesia Tanpa Feminis telah diikuti lebih dari 3 ribu follower.

Akun Indonesia Tanpa Feminis tidak sendiri dalam memerangi feminisme. Ada AILA Indonesia dan akun Instagram This is Gender yang berjuang di jalan yang sama. Mereka berpendapat, tubuh bukan merupakan bagian dari otoritas pribadi, melainkan milik Allah dan secara terang- terangan berpendapat bahwa Indonesia tak butuh feminisme.

Lalu apa itu feminisme? dan kenapa gerakan anti feminisme menolak konsep tersebut?

Feminisme lahir sebagai respon terhadap peradaban yang banyak memberi kekuasaan pada kaum laki- laki, karena dianggap lebih superior dibanding perempuan dalam berbagai hal.

Pada abad 19 seorang wanita bangsawan Perancis bernama Simone de Beauvoir aktif menyuarakan pendapat dan gagasannya lewat sastra. Dalam karyanya Beauvoir banyak mengangkat isu-isu persamaan hak bagi wanita, terutama wanita yang berada di posisi kelas menengah ke bawah yang rawan akan eksploitasi karena minimnya akses ke berbagai bidang seperti pekerjaan, pendidikan dan perkawinan. Dari sana gelombang feminisme pertama dimulai.

Simone de Beauvoir tidak sendiri, ada Mary Wollstonecraft, lewat tulisannya yang berjudul A Vindication of The Rights of Woman, yang berisi kritikan terhadap Revolusi Prancis karena hanya berlaku bagi kaum laki- laki dan tidak untuk perempuan.

Di Indonesia Raden Ajeng Kartini, merupakan salah satu orang Indonesia di masa penjajahan Pemerintahan Kolonial Belanda yang lantang menyuarakan pemikirannya mengenai diskriminasi yang terjadi kepada perempuan di Jawa karena tidak diberikannya akses yang sama untuk mengecap pendidikan yang setara dengan laki- laki.

Sayangnya gerakan feminisme sering banyak disalahartikan sebagai gerakan yang membenci dan melemahkan laki- laki. Padahal feminisme hadir sebagai respon terhadap budaya patriarki yang selama ini merepresi perempuan dan tidak memberi ruang serta akses yang sama bagi perempuan sebagaimana pria di berbagai bidang seperti pendidikan, politik dan pekerjaan.

Baca juga: Salah Kaprah Tentang Feminisme

Tidak sedikit mereka yang menolak feminisme merupakan kaum perempuan. Gerakan antifeminisme seperti AILA dan This is Gender banyak diinisiasi oleh kaum perempuan.

Di Indonesia beberapa pesohor di dunia maya, seperti Gita Savitri, sering memberikan pandangannya mengenai apa itu feminisme. Gita lewat akun Instagramnya, @gitasav sering memberi pengertian mengenai apa itu feminisme, dan mengapa feminisme itu perlu.

Pemahaman mengenai feminisme yang baik sebenarnya telah mampu membawa perlindungan bagi perempuan terutama dalam kasus pelecehan seksual untuk berani bersuara. Setuju atau tidak setuju feminisme telah banyak membantu perempuan berdiri sejajar dengan laki- laki di dalam banyak hal. Bagaiman dengan kalian, setuju kah dengan gagasan yang dikumandangkan para feminis?

Related posts
The Depth

Penyebaran COVID-19 di Dunia

The Depth

Bisakah Kita Setia Pada Satu Pasangan?

The Depth

Bagaimana Golput Bermula

The Depth

Karena Hidup Butuh Jeda

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *