Get Life

Di balik gemerlapnya postingan Instagram

Ihsan, 19 tahun (nama samaran) mempunyai ekspektasi tinggi saat dirinya pertama kali bergabung di media sosial Instagram. Dengan ekspektasi tingginya, Ihsan berharap, Instagram dapat menjadi platform untuk mengekspresikan dirinya. Sayangnya harapan Ihsan berbanding terbalik dengan realitanya, ia terkadang jadi bahan ejekan teman- temannya di Instagram. Karya hasil buah pemikirannya terus jadi bahan tertawaan teman- temannya.

Ihsan tidak sendiri, ada Ihsan- Ihsan lainnya yang menjadi korban perundungan di Instagram. Hasil riset yang dipublikasikan oleh United Kingdom’s Royal Society of Public Health terhadap 1.479 orang dengan rentang usia 14-25 tahun dari berbagai daerah di Inggris Raya melaporkan bahwa Instagram berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental penggunanya.

Baca juga: 

Hasil laporan Royal Society of Public Health tersebut memberi indikasi bahwa Instagram dapat memberikan efek cemas yang berlebih bagi penggunanya. Melihat unggahan orang lain yang penuh kebahagiaan di mana hidup kita terasa begitu datar tentu dapat berefek buruk bagi kesehatan mental kita. Segala bentuk visualisasi yang diunggah oleh para pesohor di platform tersebut direkayasa sedemikian rupa agar telihat tanpa cela.

Hasil laporan yang sama juga memberi indikasi bahwa Instagram berpotensi memberikan efek rasa percaya diri yang rendah bagi penggunanya. Para pesohor Instagram tentu ingin tampil terlihat sempurna di unggahan mereka, baik pria dan perempuan tentu akan memilih unggahan terbaik untuk memvisualisasikan kesempurnaan menurut mereka. Tak ayal para pengikut mereka mencoba mengaplikasikan apa yang segala mereka lihat di Instagram yang dapat memompa perilaku destruktif bagi para penggunanya.

Instagram juga dapat menjadi platform yang menciptakan praktik bullying, baik karena fisik, perbedaan agama bahkan preferensi politik. Kolom komentar di Instagram cenderung diisi oleh tulisan- tulisan yang bernada ejekan.

Sadar platform buatannya dapat memberi efek buruk bagi penggunanya, Kevin Systrom, salah satu pendiri Instagram berupaya untuk meningkatkan kesadaran penggunanya akan kesehatan mental mereka dengan mendorong penggunanya untuk mencari bantuan jika memang diperlukan.

Beberapa tagar diluncurkan oleh Instagram sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang mengalami gangguan mental. Tagar seperti #HereForYou, #ItsOkayToTalk, #RecoveryIsPossible, #EndTheStigma dan #SelfLoveClub digagas Instagram bagi mereka yang butuh bantuan atau informasi megenai kesehatan jiwa.

Related posts
Get Life

Tips Memilih HP Infinix Sebelum Membeli

Get Life

Tips Sebelum Membeli Redmi 9T

Get LifeThe Hype

Perbandingan Realme C11 Dan Redmi 9

Get Life

Xiaomi Rilis Scooter Terbaru Ninebot C30

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *