Get Life

Kesehatan Mental Untuk Semua

Masyarakat Indonesia masih belum melihat kesehatan mental sebagai penyakit yang serius. Meski tingkat bunuh diri di Indonesia termasuk yang terendah di antara negara ASEAN dengan tingkat rasio bunuh diri mencapai 4,3 orang per 100.000 penduduk. Sayangnya tingkat bunuh diri perempuan di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN dengan angka 4,9 orang per 100.000 penduduk. Padahal kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, jika tidak tertangani dengan baik, kesehatan mental juga bisa mengancam nyawa. Karena pada kondisi tertentu, depresi dapat menyebabkan seseorang mengambil tindakan bunuh diri. Oleh karena itu penyakit gangguan jiwa tidak bisa dianggap sepele. Laporan WHO pada tahun 2012 memberikan hasil bahwa kurang lebih 350 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi baik ringat maupun berat. Sementara itu, data dari Kementrian Kesehatan tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat di Indonesia berada di angka 1,7 per 1.000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Atas dasar ini pula pemerintah memasukan kesehatan mental ke dalam program layanan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dengan harapan dapat membantu siapa saja mereka yang mengalami depresi untuk melakukan konsultasi dengan psikolog di puskemas- puskemas terdekat di wilayahnya. Berdasarkan Permenkes 59 tahun 2014 penyakit kejiwaan dijamin oleh BPJS. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka yang membutuhkan layanan kesehatan mental sekaligus untuk mengurangi stigma pada mereka yang mengidap gangguan jiwa. Meski begitu belum semua puskemas di Indonesia menyediakan psikolog dalam layanan kesehatan mereka. Kekurangan tenaga medis, dalam hal ini psikiater dan piskiolog adalah satu dari sekian sebab terbatasnya layanan kesehatan mental bagi penduduk Indonesia. Data WHO di tahun 2014 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi terendah dalam jumlah rasio psikiater per penduduk –0,29 psikiater per 100.000 penduduk. Artinya, angka tersebut jauh dari ideal. Menurut Kementrian Kesehatan, pelayanan kesehatan mental di Indonesia baru mencapai angka 10 persen. Dengan kata lain, 90 persen penderita penyakit mental masih belum tersentuh pelayanan medis. Banyak penderita kesehatan mental yang belum mendapat pelayanan kesehatan karena sulitnya akses  untuk mendapat layanan dari klinik atau Rumah Sakit yang belum menerima BPJS. Hal ini dikarenakan, pemerintah hanya memberi jaminan BPJS ke rumah sakit dan  klinik yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Dengan jumlaj penderita penyakit mental yang belum mendapat layanan kesehatan mencapai angka 90 persen, pemerintah perlu menambah tenaga medis    
Related posts
Get Life

Tips Memilih Spek Laptop Untuk Bekerja

Get Life

Tips Memilih HP Infinix Sebelum Membeli

Get Life

Tips Sebelum Membeli Redmi 9T

Get LifeThe Hype

Perbandingan Realme C11 Dan Redmi 9

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *