The Depth

Menjaga Api di Lilin Tetap Menyala

Ini adalah tulisan editorial pertama saya di Selancar.id. Setelah sekian lama mengisi redaksi situs ini, akhirnya saya punya kesempatan untuk menulis editorial di situs ini.

Tahun ini adalah tahun ke empat Selancar meramaikan jagat konten di dunia internet. Tahun ke tiga saat kami memutuskan pivot menjadi media digital dari yang sebelumnya agregator berita, layanan kurasi berita seperti Kurio, Line Today dan Flipboard. Sampingannya, kami adalah agensi digital kecil- kecilan bagi agensi besar yang kelebihan kerjaan.

Semua yang ada di Selancar mempunyai pekerjaan lain selain di sini. Di sela- sela kesibukan pekerjaan di pagi hingga sore hari, selalu ada ruang bagi kami untuk menyisipkan setiap kerjaan di sela- sela waktu istirahat kami. Sulit, tentu saja. Tapi seperti orang tua yang tak kenal lelah memberi makan anak- anaknya, kami juga tak ingin kehilangan asa untuk menjaga api di lilin ini terus menyala.

Beberapa bulan lalu, dalam sebuah kesempatan saya bertemu almarhum Mas Nukman, pakar sosial media yang juga bekas salah satu orang penting di Detik.com. Ini bukan pertemuan kami yang pertama, seingat saya yang ke empat sekaligus yang terakhir. Saya adalah satu dari banyak orang yang beruntung bisa bertukar pikiran dengan beliau. Meski tidak terlalu akrab, Mas Nukman selalu memberi jawaban serius dalam setiap pertanyaan yang saya berikan.

Dalam percakapan singkat 2 jam tersebut, saya memanfaatkan waktu untuk curhat mengenai kendala yang sedang dan akan kami hadapi. Ia memberi banyakan masukan, bukan yang remeh temeh atau sekadar insight dari orang baru dikenal. Tapi benar- benar masukkan yang membuat saya percaya, bahwa sekecil apapun nyala api di lilin tetap saja bisa menerangi mereka yang dikelilingi kegelapan.

Di era post-truth dan iklim demokrasi yang tak sehat ini, memborbardir internet dengan konten yang positif adalah salah satu cara membentuk media menjadi salah satu dari empat pilar penegak demokrasi. Meski bagi kami, beban itu terlalu berat untuk dipikul, mau tidak mau kami harus menjaga isi internet tetap waras.

Atas alasan itu pula kami mencoba memulai ulang situs ini, mencoba sejauh mungkin menjaga jarak dari polarisasi politik yang kian meruncing. Kami ingin internet diisi oleh lebih banyak hati.

Kami sadar, situs ini tidak ada apa- apanya dibanding ribuan situs lain yang seumuran kami. Meski pernah beradu traksi dengan Mojok.co, kami sadar, kekurangan sumber daya manusia membuat kami secara perlahan kehilangan pembaca dengan angka yang signifikan.

Tapi kami percaya, sekecil apapun, nyala api di lilin bisa menerangi mereka yang membutuhkan cahaya di kegelapan. Dengan segala kekuatan yang ada, kami akan menjaga api itu tetap menyala.

Bandung, 20 Februari 2019.

Related posts
The Depth

Penyebaran COVID-19 di Dunia

The Depth

Bisakah Kita Setia Pada Satu Pasangan?

The Depth

Apa Itu Feminisme? Perlukah Feminisme di Indonesia?

The Depth

Bagaimana Golput Bermula

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *