Get Life

Netizen di Asia Tenggara Gempar dan Bersatu Melawan Daftar Peringkat Makanan di Asia Tenggara

Seorang akademisi asal Negeri Paman Sam berhaisl membuat seantero Asia Tenggara bersatu padu mengecamnya. Tom Pepinsky, pengamat politik Asia Tenggara dari Cornell University, membuat daftar peringkat makanan terenak sampai tidak terenak di Asia Tenggara versi dia dan mengumumkannya di Twitter.

Tak ada yang salah, dan setiap orang berhak berpendapat. Tapi memberi peringkat makanan terenak Asia Tenggara dan membuat istilah makanan nasional ke setiap masakannya adalah hal yang cukup absurd.

Padahal jika mau ditelaah lebih mendalam, masakan- masakan di Asia Tenggara hampir mempunyai kesamaan. Malaysia, Singapura dengan Indonesia contohnya. Ke tiga ini mempunyai rumpun yang sama, melayu. Maka tak aneh jika masakan melayu/padang dapat ditemukan di Malaysia dan Singapura. Hingga konsep negara lahir, dan kebudayaan yang mempersatukan ketiga negara ini terputus.

Senior Pepinsky di Cornell, Ben Anderson dalam bukunya yang berjudul Imagined Communities menyatakan bahwa budaya di Asia Tenggara sangat cair dan mempunyai kesamaan, termasuk kuliner. Batas- batas yang terbentuk karena faktor geopolitik baru ada setelah kolonialisme mewabah ke Asia Tenggara.

Maka tak heran jika daftar makanan terenak sampai yang tidak enak yang dibuat oleh Pepinsky ini membuatnya dilabrak oleh banyak netizen se-Asia Tenggara.

Actually, no. We Southeast Asians know better than to allow ourselves be objects of a male white gaze.

Maybe more like “how to unwittingly reveal yourself to be an orientalist ass”?

😌— 🍁 ಗಾಂಜಾ ಕಾಫಿ (@kopiganja) May 5, 2019

Pepinsky juga dianggap kurang pantas membuat daftar makanan tersebut. Sebagai seorang akademisi Pepinsky lupa, bahwa banyak negara barat, termasuk Amerika Serikat (yang pernah menjajah Filipina) berbondong- bondong menjajah Asia Tenggara untuk menjarah rempah- rempah.

Ini bukan pertama kali orang kulit putih merasa pantas memberi penilaian terhadap kuliner di Asia Tenggara. Dalam acara MasterChef UK, dua juri di acara tersebut, John Torode dan Gregg Wallace, mengkritik masakan peserta bernama Zaleha Kadir. Mereka berpendapat bahwa rendang yang dibuat oleh Zaleha kurang renyah.

Hal ini tentu memicu reaksi dari orang- orang di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei. Netizen di ke empat negara tersebut bersatu padu menyerang John Torode dan Gregg Wallace.

Harusnya Pepnisky belajar dari pengalaman, jika orang- orang Asia Tenggara dapat bersatu padu melawan mereka yang memberi nilai buruk terhadap makanan di regional ini.

Related posts
Get Life

Tips Memilih Spek Laptop Untuk Bekerja

Get Life

Tips Memilih HP Infinix Sebelum Membeli

Get Life

Tips Sebelum Membeli Redmi 9T

Get LifeThe Hype

Perbandingan Realme C11 Dan Redmi 9

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *