Get Life

Normalkah Jika Depresi Ketika Mantan Menikah?

depresi ketika mantan menikah selancar

Mempunyai hubungan spesial dengan seseorang dan harus melihatnya berbahagia dengan orang lain memang tak mudah. Tak dapat dipungkiri, rasa cemas, sedih, marah bahkan putus asa datang menghinggapi ketika kita mendengar mantan kekasih kita menikah.

Erwan (27 tahun) seorang pegawai swasta di suatu perusahaan swasta di Jakarta menceritakan pengalamannya ditinggal mantan kekasih menikah. Setelah tiga tahun berpacaran, Erwan dan pacarnya memutuskan berpisah dan memilih jalan mereka masing- masing. Meski hampir dua tahun tidak berhubungan via apapun. Perasaan Erwan kepada mantan kekasihnya ternyata masih belum sepenuhnya usai. Saat mendengar bekas pujaan hatinya akan dipersunting oleh pria lain, Erwan merasa hidupnya hancur.

“Saat itu saya merasa putus asa. Hidup saya seperti tiba- tiba hancur, ingin bunuh diri dan mengakhiri hidup klo bisa.” Rasa itu terus hinggap, membuat Erwan memutuskan pergi berlibur ke Thailand hanya untuk mencari alasan agar tak datang ke pernikahan mantan kekasihnya tersebut.

Ternyata Angga tidak sendiri, banyak dari kita merasa kesulitan menghadapi kenyataan ketika mantan kekasih menikah dengan orang lain. Kehilangan sumber afeksi dapat memicu stres dan depresi. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa putus atau melihat manta kekasih menikah dengan orang lain dapat memicu depresi.

Menurut David Sbarra, seorang profesor psikologi klinis di Universitas Arizona mencatat bahwa orang dewasa mengalami putus cinta menunjukkan banyak tanda-tanda disregulasi fisik yang sama yang dilakukan bayi jika dipisahkan dari pengasuh mereka, yaitu: agitasi fisik, tidur terganggu, nafsu makan tidak teratur, dan sebagainya.

Bahkan setelah kita memiliki pengganti, rasa iri dan hal- hal yang bisa menimbulkan depresi bisa terjadi pada diri kita. Hal ini timbul karena ada perasaan kompetitif yang hadir di diri manusia yang membuat seseorang merasa bahwa dunia berlaku tidak adil pada dirinya.

Salah satu cara menerima peristiwa tersebut adalah dengan membiarkan diri kita larut adalam amarah. Bahkan mengakui adanya perasaan tersebut merupakan jalan yang lebih baik bagi kita untuk meneruskan hidup, toh persitiwa tersebut adalah bagian proses bagi kita untuk berkembang diri.

Related posts
Get Life

Tips Sebelum Membeli Redmi 9T

Get LifeThe Hype

Perbandingan Realme C11 Dan Redmi 9

Get Life

Xiaomi Rilis Scooter Terbaru Ninebot C30

Get Life

5 Alasan PS5 Lebih Unggul dari Xbox X Series

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *