Craft The Future

Salah Kaprah Tentang Feminisme

Gerakan feminisme meski telah ada sejak abad 18, namun pengertiannya hingga saat ini masih sering disalahartikan oleh banyak orang, terutama oleh mereka yang bertentangan dengan ide- ide yang digagas oleh para feminis.

Berikut 3 kesalahpahaman terbesar mengenai feminisme:

  1. Feminisme Membenci Laki- laki

Feminisme sama sekali tidak membenci laki- laki. Feminisme justru lahir sebagai respon terhadap budaya patriarki yang mengekang dan merepresi perempuan. Feminisme sendiri merupakan ideologi yang memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan dalam berbagai bidang seperti politik, pendidikan, budaya, ekonomi dan masih banyak lagi.

2. Hanya Perempuan yang Bisa Jadi Feminis

Kesalahpahaman ini merupakan kesalahpahaman yang sering disebarluaskan dan disalahartikan oleh banyak orang. Padahal ide- ide yang diusung oleh feminisme tidak akan tercapai jika tidak ada peran laki- laki di dalamnya. Feminisme hadir untuk memperbaiki relasi gender, bukan untuk memperkuat salah satu gender.

Baca juga: Apa Itu Feminisme? Perlukah Feminisme di Indonesia?

3. Feminisme Merupakan Budaya Barat

Meski gelombang pertama gerakan feminisme lahir di barat, namun feminsime sendiri bukanlah produk dari budaya barat. Di era kolonialisme, sata arus informasi masih terbatas, gerakan- gerakan feminisme telah ada di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu orang Indonesia yang banyak menyuarakan kesetaraan hak bagi wanita- wanita Jawa.

Related posts
Craft The Future

Masyarakat Indonesia Tidak Percaya Perubahan Iklim Terjadi Akibat Ulah Manusia

Craft The Future

Orang Indonesia Percaya Perubahan Iklim Bukan Disebabkan Oleh Manusia

Craft The Future

Bertarung melawan mitos dalam bencana alam

Craft The Future

Atas Nama Agama

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *