News Flash

Sunting Foto Terlalu Cantik, Caleg NTT Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Evi Apita Maya , calon anggota Dewan Perwakilan Daerah RI asal Nusa Tenggara Barat terancam kehilangan suaranya di pemilu legislatif April lalu. Evi digugat oleh Farouk Muhammad, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah RI petahana karena telah Evi dianggap telah menyunting foto dirinya sendiri sehingga terlihat sangat cantik.

Farouk menganggap tindakan Evi telah yang menyunting foto dirinya agar terlihat lebih cantik telah merebut 100 ribu suara dari Farouk. Evi berhasil menduduki peringkat teratas dan lolos ke Senayan, dengan mengantongi 283.932 suara. Sedangkan Farouk, cuma berhasil memperoleh 188.687 suara.

Farouk dan kuasa hukumnya memperkarakan suntingan foto Evi ini ke Mahkamah Konstitusi. Farouk menuding Evi telah memanipulasi foto sehingga terlihat lebih cantik.

“Perolehan suara terbanyak ini, paling tidak, dapat dilacak dari pemilih yang memilihnya dengan alasan foto calon nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya cantik dan menarik, walaupun pemilih tidak mengetahui siapa calon tersebut. Hal inilah kemudian pemilih, pemohon, beserta calon anggota DPD RI lainnya merasa tertipu dan dibohongi,” kata Farouk kepada Detik.

Kepada Kompas Evi merasa tidak melakukan kecurangan sama sekali, apa yang telah ia lakukan masih sesuai mekanisme peraturan yang ditetapkan oleh KPU.

“Saya rasa, berdasarkan fakta dan data maupun bukti, dan alhamdulillah saya dari awal sudah melakukan mekanisme yang benar, tidak ada aturan pelanggaran yang saya buat,” ujar Evi kepada Kompas.

Kompas yang mencoba menelusuri hal ini ke dapil di mana Evi dan Farouk dipilih menemukan temuan yang cukup mengejutkan. Banyak dari pemilih yang memilih Evi karena melihat fisiknya yang cantik.

“Saya lihat Ibu Evi itu muda dan salah satu paling cantik di antara foto-foto pasangan yang lainnya. Warga lainnya juga bilang seperti itu,” ujar Syukron pada Kompas.

Mahkamah Konstitusi sendiri terkejut saat mengetahui editan foto jadi materi gugatan. “Ternyata foto bisa berurusan jadi [sengketa] juga ya. Saya baru tahu itu,” kata Hakim MK I Dewa Gede Palguna dikutip oleh BBC Indonesia.

Related posts
News FlashThe Hype

Pesaing TikTok Milik SnapChat Spotlight Kantongi 100 Juta Pengguna

News Flash

Tokopedia dikabarkan merger dengan Bridgetown

News Flash

Ibu Hamil dan Anak-anak Dilarang Masuk GBK

News Flash

Ahli Epidemiologi Harvard, Memperkirakan Virus Corona Akan Menginfeksi 70 Persen Manusia

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *