News Flash

Tagar #JusticeforAudrey untuk Korban Pengeroyokan di Pontiakan viral di Media Sosial

Seorang siswi SMP berinisial AY di Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 siswi SMA. Cerita tentang AY ini viral di sosial media, terutama Twitter, setelah akun Twitter @syarifahmelinda menceritakan kisah tragis yang dialami oleh AY lewat tagar #JusticeForAudrey.

Kasus pengeroyokan ini berawal dari masalah seorang pria. AY yang memiliki sepupu berinisial P, mempunyai mantan pacar yang berpacaran dengan D. P dan mantannya masih berhubungan baik, sehingga membuat D emosi.

Cerita pengeroyokan AY viral di media sosial

Lewat sebuah utas, akun Twitter @syarifahmelinda menceritakan kisah tragis yang dialami AY sebagai korban pengeroyokan oleh 12 pelajar siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak.— Melin🍓 (@syarifahmelinda) April 8, 2019

Cuitan @syarifahmelinda tersebut menjadi viral di Twitter, setelah beberapa pesohor ikut me-retweet utas yang dicuitkan oleh akun Twitter @syarifahmelinda.

AY dikeroyok oleh 12 Orang 3 di antaranya telah dilaporkan ke polisi

3 dari 12 orang pelaku pengeroyokan telah dilaporkan ke polisi. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Dony. Polisi telah menerima laporan soal pengeroyokan yang menimpa AY.

“Ada tiga orang yang dilaporkan oleh korban,” kata Dony mengonfirmasi, Selasa (9/4).

Berdasarkan laporan polisi, kasus pengeroyokan ini terjadi pada 29 Maret 2019. AY, menolak memberi tahu orang tuanya setelah mendapat ancaman dari beberapa pelaku jika AY berani melapor.

KPPAD Kalbar siap memberikan perlindungan hukum bagi korban dan pelaku

Kasus pengeroyokan ini juga ditangani dan mendapat pengawasan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat, mengingat korban dan pelaku masih di bawah umur.

Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak mengatakan, telah menerima laporan korban mengenai peristiwa pengeroyokan tersebut. Dalam laporan yang diterim aoleh KPPAD Kalbar, korban memberi pengakuan telah mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis, seperti ditendang, dipukul, serta diseret hingga kepalanya berbenturan dengan aspal.

Eka berharap pemberitaan mengenai kasus ini tidak mendapat sorotan yang lebih, mengingat korban dan pelaku masih berusia remaja.

Related posts
News Flash

Sejarah Singkat Tahun Baru Islam

News FlashThe Hype

Pesaing TikTok Milik SnapChat Spotlight Kantongi 100 Juta Pengguna

News Flash

Tokopedia dikabarkan merger dengan Bridgetown

News Flash

Ibu Hamil dan Anak-anak Dilarang Masuk GBK

Mau inbox Email Kamu ada pesan dari Selancar? Daftar disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *